lunch1.jpg
Memang ada-ada saja kalau orang ingin membuat suatu ‘guyonan’. Dimanapun berada kalau pada dasarnya tukang bikin ketawa pasti ada saja ide yang terpercik. Waktu itu kami berangkat bersama-sama seluruh staff kantor keluar kota pada acara rekreasi bersama. Kami menggunakan pesawat dari penerbangan paling besar di negeri ini.
 
Saya katakan semua karena memang semua staff kantor dari country manager hingga sopir dan office boy ikut terbang bersama dalam dua kloter pesawat. Kami tahu bahwa beberapa sopir dan office boy baru kali ini naik pesawat, sehingga beberap staff ‘traveller’ mendampingi mereka selama penerbangan. Bahkan di tempat dudukpun kami dampingi.
 
Pada saat pramugari menyajikan pilihan menu makan siang (kami terbang 1,5 jam) 2 pilihan, sampailah dia pada salah seorang sopir kami yang kebetulan pertama kali terbang.
Mendapat pertanyaan dari pramugari tentang menu pilihan mana yang dia sukai, sopir kami ganti bertanya sebelum menjawab:
“Mbak, ada sayur asem nggak?”
 
Spontan kami semua yang duduk di sekitar dia tersenyum menahan tawa. Agak malu mungkin karena dia bagian dari rombongan kami, tapi juga geli dengan pertanyaan polosnya tersebut. Yang kami lebih heran lagi, ekspresi dari pramugari tersebut tidak kaget ataupun tertawa.
Dengan tetap memberikan senyum khas seorang flight attendant, dia menjawab:
“Ada Pak,… tapi di pesawat sebelah”
 
Hampir bersamaan kami semua yang tadinya hanya tersenyum tertahan geli langsung tertawa terbahak-bahak tidak memperdulikan para penumpang lain di sekitar kami.
Rekan kantor kami langsung diam sejenak tanpa mampu berkata apa-apa. Dia pikir, iya, ada di pesawat yang lain. Tapi bagaimana mendapatkannya?
 
Bagi saya rekan kami tadi memang sebenarnya ngocol dan setiap kata-kata yang terlontar spontan tanpa bermaksud membuat lelucon. Yah.. maklum, mungkin apapun jenis transportasinya, makan siangnya tetap saja sayur asem….