on-board.jpgIya… yang namanya terbang untuk pertama kalinya memang membuat penasaran dan was-was. Membayangkan bagaimana rasanya berada di atas sana di antara awan-awan. Beruntung saya waktu itu memperoleh tempat duduk di dekat jendela sehingga nyaman sekali untuk dapat menikmati pemandangan di luar. Mungkin manager saya dan temannya mengerti bahwa ini ‘first flight’ buat saya.

Saya biarkan mereka berbincang-bincang sepanjang perjalanan.Ssst… mereka benar-benar doyan ngomong…Engga habis-habisnya ngobrol bahkan sampai pesawat mendarat pun obrolan masih belum selesai. Sabuk pengaman di dalam pesawat ternyata tidak sama dengan sabuk pengaman di dalam mobil. Hanya ‘mengikat’ badan kita dari sebelah kanan dan kiri pinggang. Lockernya pun tidak ada yang bisa dipencet. Kita tinggal mendorongnya untuk memasang sabuk pengaman dan menarik tuasnya ke atas apabila hendak melepaskannya. Biasanya pramugari akan membantu memperagakan caranya.

Perasaan seperti orang kampung masuk kota serasa terjadi lagi saat itu.

Melihat-lihat berbagai instrumen yang ada di dalam pesawat. Tanda-tanda dan lampu petunjuk di atas kepala. Tidak ada ide sama sekali waktu itu. Ketika pesawat mulai lepas landas, ada rasa yang saya sulit menemukannya dalam bahasa Indonesia yang baku. Tapi seperti kalau kita naik Kora-Kora di Taman Impian Jaya Ancol, terutama pada waktu turun…. Rumah, mobil dan jalanan kelihatan begitu kecil seperti mainan. Ketika pesawat mulai berada pada ketinggian tertentu, pada ketinggian di mana kita bisa berada di dalam awan, sebuah sensasi mengagumkan terjadi bagi saya.

Awan-awan tersebut tidak terlihat lagi seperti kapas (seperti yang kita bayangkan waktu kecil) tapi terlihat jelas seperti gumpalan-gumpalan asap raksasa yang rasanya kita bisa berdiri di atasnya. Saya akan ceritakan berbagai bentuk awan pada beberapa waktu yang berbeda di kategori yang lain. Dan ketakutan akan apa yang terjadi apabila kita menabrak awan itu ternyata tidak terbukti. Awan itu dengan mudahnya ditembus dengan goncangan kecil sekali.

Kekaguman saya tak habisnya terhadap Sang Pencipta tentang bagaimana semua fenomena alam ini terwujud dan teratur. Darat. laut, air, udara dan makhluk di dalamnya. Karya cipta yang sungguh beyond the thought….