lcc.jpgPasti anda sudah sering mendengar dan melihat promosi tiket pesawat terbang yang harganya lebih murah dari yang lain. Pada awalnya Lion air misalnya menjual tiket mereka jauh lebih murah dari Garuda Indonesia. lalu bermunculan berbagai maskapai penerbangan lainnya yang juga mengibarkan bendera ‘Low Cost Carrier’. Sebut saja nama-nama maskapai seperti Adam air, Batavia air, Jatayu, Citilinks atau Air Asia. Mereka semua menawarkan tiket pesawat terbang ke berbagai tujuan domestik dengan harga yang tidak jauh berbeda dengan tiket eksekutif kereta api.Mengapa bisa lebih murah?Di dalam tiket pesawat yang biasanya anda beli terdapat beberapa faktor biaya dan dari faktor biaya itulah Low Cost Carrier membuat strategi.

(1) Reservasi Online
E-tiket yang berarti memangkas biaya fee untuk travel agent atau ticketing office. Biaya bahan tiket itu sendiri juga memiliki jumlah yang lumayan. Pemangkasan biaya di sini cukup membantu. Saat ini dengan e-ticket anda cukup mencetak langsung dari website atau dari email yang anda terima.

(2) Issue Tiket Lebih Awal
Lebih cepat and issue tiket penerbangan melalui email atau online, maka harga tiket akan jauh lebih murah. Ketika maskapai penerbangan memiliki informasi dan kepastian tentang penumpang lebih cepat akan membantu mereka membuat perencanaan lebih baik dan menghemat biaya semisal penjadwalan pesawat dan maintenance.

(3) Penanganan Bagasi
Harga tiket boleh lebih murah dari yang lain, namun ketika anda memiliki berat bagasi melebihi jatah, harga yang harus dibayar bisa jadi lebih mahal dari harga tiket anda. Di sini sebenarnya maskapai berarti bisa menyewakan bagasi mereka bagi jasa pengiriman barang. Tidak banyak pengaruh terhadap biaya operasional.

(4) Nomor Tempat Duduk
Pada maskapai tertentu, inipun baru seperti yang teman saya ceritakan karena saya sendiri belum mengalaminya, tempat duduk penumpang tidak ditentukan di dalam boarding pass anda. Jadi setiap penumpang bisa memilih tempat duduk pada waktu memasuki pesawat. Berarti maskapai tidak perlu membuat suatu sistem komputerisasi online yang sangat mahal. Atau juga untuk mempercepat proses boarding.

(5) Safety Instruction Pribadi
Fasilitas ini biasanya terdapat pada penerbangan luar negeri dan pada pesawat berbadan sedang atau lebih besar. Tidak perlu para pramugari memperagakan bagaimana cara menyelamatkan diri pada keadaan darurat, cukup dari televisi pribadi yang terletak di depan penumpang. Pada Low Cost Carrier (LCC) fasilitas ini tidak ada sama sekali.

(6) Makanan & Minuman
Jangan berharap terlalu banyak tentang makanan dan minuman yang tersedia di dalam pesawat. Buat sebagian LCC terbang bukan untuk menikmati makanan sehingga biaya itu dipangkas habis-habisan. Sepengalaman saya penerbangan hingga satu jam setengah hanya mendapatkan segelas air mineral dan apabila lebih dari 1,5 jam mendapat sejumlah kecil snacks. Standar yang ada pada penerbangan biasa, apabila nda terbanga lebih dari 1 jam akan mendapatkan makan siang, atau makan malam.

(7) Perhatikan Kaki Anda
Lebih banyak penumpang berarti lebih besar income dalam satu penerbangan. maka tidak heran jika jarak antar kursi (depan & belakang) akan menjadi masalah bagi anda yang memiliki kaki panjang🙂. Mereka tidak bisa membuat konfigurasi ke arah samping, tapi dengan konfigurasi ke arah depan akan menambah beberapa lajur kursi untuk tambahan penumpang.

(8) Landing dan Parkir
Ketika pesawat mendarat di satu bandara, maskapai harus membayar biaya ‘parkir’. Sama halnya dengan mobil atau motor. Lebih lama waktu parkir, maka lebih besar pula biaya parkir. Seringkali begitu mendarat LCC ingin agar penumpangnya segera boarding. Bisa terjadi kendala pada waktu pembersihan kabin. Itu pula alasan kota tujuan LCC kadang fokus pada kota-kota kecil.

(9) Flight Connection yang Memabukkan
Jangan berharap apabila anda terbang dengan LCC yang connecting dengan maskapai biasa yang lain anda akan mendapatkan pelayanan yang layak. Kerjasama antar maskapai berarti tambahan biaya buat setiap maskapai untuk mengatur bagasi dan ini salah satu faktor biaya yang dikurangi oleh LCC. Di sini anda harus bisa mengatur sendiri bagasi, dalam arti anda harus check out untuk mengambil bagasi kemudian check in lagi ke konter penerbangan lain untuk penerbangan selanjutnya. Ini artinya anda memerlukan waktu tambahan untuk transfer yang biasanya cuup dengan 1-2 jam, di sini anda perlu minimal 3 jam.

(10) Waktu Check-In
LCC akan meminta anda untuk check-in 2-3 jam sebelum pesawat diberangkatkan. Bahkan 1 jam sebelumnya sudah diminta untuk memasuki pesawat (jika pesawat sudah tersedia). Selain meminta satu jam lebih awal, ini berarti anda harus menunggu lebih lama di dalam bandara. Berharap saja bahwa pesawat tidak ditunda jadwalnya. Dari sisi safety saya rasa tetap saja sama dengan penerbangan biasai, karena standar keselamatan termasuk faktor yang absolut, tidak boleh dikurangi sama sekali.

Walaupun pada kenyataannya bagian ini pernah dikutak-katik oleh maskapai penerbangan. Bagi saya hal ini tidak perlu dikuatirkan. Hanya saja sekarang apa yang menjadi prioritas anda ketika memilih menggunakan pesawat. Apakah itu waktu, kenyamanan, travel experience, atau biaya?

Menurut saya, LCC paling cocok buat anda yang sudah mengerti seluk beluk penerbangan (traveller) sehingga beberapa detail yang bisa direncanakan dahulu tidak mengganggu. Apabila anda termasuk penikmat perjalanan dan tidak ingin direportkan dengan beberapa hal detail, mungkin LCC kurang cocok. Toh pada akhirnya jka anda kurang cermat ‘mengakali’ perjalanan anda, biaya tidak langsung yang harus dikeluarkan akan berakhir pada nilai yang sama dengan penerbangan biaya.
Bahkan bisa lebih besar…