aisle-seat.jpgPada saat check-in di depan counter boarding, saya selalu mencoba ingat untuk minta petugas memberi seat number favorit saya. Penerbangan domestik di Indonesia saat ini rata-rata masih menggunakan jenis pesawat Boeing B727, 737-300, B737-400 atau B737-500 sehingga beberapa posisi ‘strategis’ sudah cukup baik di ingatan saya. yang selalu ditanyakan oleh petugas apakah kita ingin duduk di dekat jendela atau di gang. Itupun kalau mereka tidak sedang di bawah tekanan kesibukan aktifitas check-in.

Kelas bisnis tentunya area yang paling baik dibandingkan tempat duduk di kelas ekonomi, saat ini kita cukup diskusikan tentang kelas ekonomi dulu. Beberapa airline sebenarnya telah menghapus tempat duduk kelas bisnisnya.

Urutan posisi paling nyaman versi ‘Transportasi Udara weblog’ didasarkan pada kenyamanan pada waktu proses boarding, kenyamanan di dalam kabin selama perjalanan dan antisipasi keadaan darurat. Tentu saja tidak akan selalu bisa didapatkan, namun tidak ada salahnya bila kita mengerti dan mengetahuinya.

(1) Paling depan: Tentu saja, kita bisa menjadi penumpang yang paling akhir memasuki pesawat karena rata-rata boarding dilakukan melalui pintu depan pesawat. Berarti waktu berbincang dengan teman yang mungkin tidak duduk selajur bisa lebih panjang. Duduk di baris paling depan (regardless bisnis class) berarti getaran saat pesawat tinggal landas juga lebih kecil, bahkan hampir tidak terasa, paling tidak dibandingkan dengan kursi belakang.

b737-300-plan.jpgMesin jet yang berada di belakang kita juga tidak terlalu terdengar bising. Satu lagi, pramugari selalu mulai memberikan makanan dan minuman dari baris paling depan. berarti kita bisa lebih cepat tidur atau istirahat tanpa diganggu ‘klentingan’ pramugari. Begitu pula waktu keluar dari pesawat, kita bisa mencapai ruang pengambilan bagasi lebh dulu atau menuju counter imigrasi lebih cepat. Kekurangan dari posisi ini adalah apabila terdapat deretan kursi kelas bisnis di bagian depan, kalau ada ‘gangguan teknis’ anda harus berjalan ke belakang karena toilet kelas ekonomi terletak di belakang.

(2) Deretan jendela darurat: jarak dengan kursi di depannya pasti selalu lebih lebar sehingga kita bisa dengan leluasa memanjangkan kaki apabila letih dan dalam hal darurat akan lebih mudah evakuasi. namun di kursi ini anda dituntut dalam keadaan sehat, itulah mengapa FA selalu mengingatkan penumpang yang duduk di area ini. yang mungkin bisa mengganggu adalah mekanisme meja/tray untuk meletakkan gelas. Untuk yang kurang terbiasa ini bisa menjadi tidak nyaman.

Pandangan ke luar juga berkurang karena hampir seluruhnya ditutupi oleh sayap pesawat. Walau bagaimanapun tergantung dari situasi anda saat terbang dan waktu penerbangan terutama pada saat mendung dan malam hari.

(3) Nomor 2 dari paling belakang: Hampir sama dengan tempat duduk paling depan. Kemudahan akses keluar (masuk kadang-kadang) dan fasilitas toilet yang dekat. Getaran pesawat terutama pada saat tinggal landas sangat terasa, dan apabila terjadi turbulence, bagian belakang paling tergoncang. Tak lupa tentang makanan dan minuman,FA kadang-kadangjuga mulai dari belakang, bahkan lebihcepat.

(4) Nomor 2 atau 3 dari jendela darurat: Menjadi kombinasi dari seluruh posisi tersebut di atas.

Lalu tergantung kebutuhan anda pada saat terbang. Mana yang menjadi proritas bagi anda, apakah itu waktu untuk boarding, kenyamanan selama perjalanan, atau saat-saat darurat? Prioritas itu akan selalu berubah dan berganti menyesuaikan kebutuhan kita sebagai penumpang. Saya pun kadang-kadang memilih baris paling belakang apabila bandara tujuan saya ketahui juga membuka pintu belakang pesawat pada saat selesai mendarat.