ground-speed.jpgPernahkah anda bayangkan berapa derajat suhu udara di luar pesawat ketika sedang terbang pada ketinggian tertentu? Pada beberapa penerbangan yang pernah saya lewati menggunakan jenis pesawat berbadan sedang (Boeing B737 series atau Airbus 318) sehingga tidak informasi yang bisa diambil. Kadang-kadang saja pilot memberitahukan bahwa pesawat sedang ‘cruising’ pada ketinggian 32.000 feet (setara 10 km) di atas permukaan laut. Dan biasanya mereka hanya akan mengabarkan suhu udara di kota tujuan.
Ketika saya mendapat kesempatan untuk naik pesawat terbang berbadan lebar (Boeing 777 series atau Airbus 330 series), pada pesawat tersebut kita bisa mengetahui informasi tentang suhu udara di laur, ketinggian pesawat, peta perjalanan bahkan kecepatan pesawat terbang.

Ini hal yang paling menyenangkan buat pengalaman terbang terutama apabila harus terbang selama lebih dari satu jam. Pada pesawat berbadan lebar tersebut pada umumnya dilengkapi personal screen di setiap tempat duduk penumpang, layar monitor kecil yang bisa menampilkan film terbaru, games, music dan informasi penerbangan.

Dari awal pesawat take off hingga landing monitor tersebut akan terus menyala. Dan setiap menitnya akan menampilkan informasi penerbangan. Kelengkapan informasi memang tergantung dari maskapai penerbangan. Anda mungkin akan terkejut bahwa kecepatan pesawat terbang ketika cruising bisa mencapai 837 km/jam! dan jenis sedang maksimum 817 km/jam.
Suhu di luar pesawat pada ketinggian 32.000 feet/kaki bisa mencapai -50 derajat C. Yang menarik kita bisa melihat bagaimana suhu udara di laur pesawat bergerak perlahan turun seiring dengan bertambahnya ketinggian pesawat di atas permukaan laut. Dan saya baru menyadari melalui layar monitor tersebut bahwa pada setiap rata-rata ketinggian 5 km suhu udara akan menjadi 0 derajat C.
Jadi teringat waktu masih kecil melihat film kartun dengan manuasia yang bisa berada di sayap pesawat…. dan tidak beku atau kedinginan. Namanya juga film kartun…

Ada satu maskapai bahkan melengkapi fasilitas monitor dengan kamera. Kamera sepertinya di letakkan di hidung pesawat bagian depan dan bawah sehingga kita bisa ‘switch’ apabila ingin melihat pemandangan di bawah pesawat atau di depan pesawat. Akan sangat berkesan apabila kita terbang pada waktu siang hari.
Dengan adanya semua fasilitas ini, terbang satu setengah jam berubah menjadi penerbangan yang terlalu pendek.

Kalau saya perhatikan lagi, untuk bisa take off dan landing pesawat membutuhkan kecepatan minimal 300 km/jam (hanya berdasarkan informasi dari layar monitor). Secara teknis saya kurang mengerti, tapi paling tidak itu yang terlihat. Hal ini sungguh di laur bayangan saya bahwa pesawat akan selalu terbang pada kecepatan yang sama. Mungkin anda tidak akan pernah menyadari hal ini ketika berada di dalam pesawat karena kita tidak bisa merasakan perbedaan itu. Lebih tepat mungkin saya katakan sulit sekali membedakannya.