atr72.jpg

Kalau kita melihat jenis pesawat di Indonesia rata-rata sudah menggunakan pesawat berbadan sedang (Airbus atau Boeing 737 series) dan itu biasanya untuk tujuan pada kota-kota besar saja. Deru suara mesin pada pesawat tipe tersebut memang terdengar keras namun tidak sebising jenis pesawat yang masih menggunakan baling-baling. Dalam perjalanan saya menuju ke satu kota dengan jarak sekitar 400km dari kota tempat saya tinggal, kami terbang menggunakan pesawat baling-baling jenis ATR 72.

Begitu bisingnya suara mesin, apalagi karena saya duduk pas di kursi dekat posisi mesin tersebut. Sudah mencoba menambah volume sekeras-kerasnya pada pemutar musik digital pun masih tidak mampu membuat suara tersebut hilang. Melihat baling-baling tersebut pada saat pesawat berhenti rasanya masih kurang yakin tapi ternyata pesawat jenis ini lebih cepat take-off daripada pesawat yag lain.

Dengan posisi tempat duduk konfigurasi 2+2 saya lebih memilih duduk di dekat jendela daripada di area aisle. Yang kurang nyaman dari jenis pesawat ini adalah ukuran ruang penyimpanan tas bawaan di dalam kabin. Saya rasanya sudah memiliki tas dengan ukuran kabin tapi tetap saja masih tidak bisa diletakkan di kompartemen tersebut sehingga harus diletakkan di bawah kursi di depan saya.

Ini bisa jadi sebuah tips buat anda bahwa bagaimanapun meletakkan tas bawaan di bawah kursi ternyata tidaklah nyaman. Kita tidak perlu kuatir terhadapa keamanan tas bawaan yang diletakkan di dalam kompartemen kecuali dompet dan barang berharga lainnya.

Pada beberapa kali penerbangan dengan jenis pesawat ini saya mencoba lokasi tempat duduk yang berbeda-beda. Kadang-kadang di deretan paling depan. Hal itu tidak merubah kuantitas suara mesin ternyata dan tetap saja tidak bisa menguranginya. Namun yang selalu mengherankan adalah dengan suara bising tersebut saya bisa terlelap beberapa saat hingga sang pramugari menawarkan sebotol minuman.