Benarkah untuk menjadi seorang pramugari harus memiliki penampilan yang menarik dan memiliki wajah yang cantik? Tinggi dan berat badan yang seimbang, minimal 155 cm dan sebagainya. Paling tidak itu yang saya baca di sebuah iklan lowongan kerja untuk pramugari atau Flight Attendant (FA). Berarti itu adalah syarat yang diajukan oleh perusahaan maskapai penerbangan kepada calon FA mereka. 

Tidak bisa dipungkiri bahwa dengan adanya pramugari yang cantik membantu menghilangkan kejenuhan di dalam pesawat selama penerbangan. Selama berjam-jam hanya duduk di dalam pesawat tanpa ada hiburan televisi atau film sangat membosankan.


Tapi tahukan anda bahwa dalam penerbangan berjam-jam tersebut rata-rata para FA hanya lewat beberapa menit? Lalu apakah penampilan menarik tersebut masih bermanfaat untuk ‘mengobati’ kebosanan?

Satu hal yang menurut saya tidak berada dalam prioritas maskapai penerbangan dalam memilih FA. Atau dengan kata lain prioritasnya berada dalam nomor ke sekian setelah penampilan fisik. Dari sisi pandang penumpang penampilan tanpa keramahan dari FA tidak ada artinya. Saya sering ketemu FA yang cantik, yang menurut saya dia lebih layak menjadi model atau peragawati tapi dengan kelebihan yang dia miliki tersebut justru membuat level ‘sense of service’ menjadi sangat rendah. mereka anggap penumpang pesawat seperti penumpang bis biasa.

Seandainya saya bisa keluar dari pesawat kapan saja karena kecewa hal itu akan saya lakukan, tapi itu tidak mungkin. Yang menjadi poin di sini adalah bahwa kecantikkan adalah anugrah dan baik apabila itu dimiliki oleh semua FA on board tapi keramahan adalah hal paling utama yang dibutuhkan oleh penumpang.